Total Tayangan Laman

Kamis, 03 November 2011

MELAYANI DENGAN KERENDAHAN HATI

Disampaikan oleh Pdt. Boas Pepalem Tarigan (Pdt GKI Depok) dan warta jemaat GKI Taman Cibunut Bandung , tanggal 30 Oktober 2011. Berdasarkan perikop : Mikha 3: 5 - 12, Mazmur 43, 1 Tes 2 : 9 - 13, Mat 23 : 1 - 12. Sesungguhnya, pelayanan merupakan kegiatan yang dilakukan orang pada umumnya. Kebiasaan orang farisi dan ahli hukum taurat yang suka dibagian depan, apakah hal tersebut dapat dibilang sombong, apakah itu yang menyebabkab anda tidak mau duduk didepan .. Bagaimana dengan mereka yang dibelakang .. Padahal dengan duduk didepan menolong orang yang terlambat. Rendah diri lawannya adalah tinggi hati, beda dengan rendah diri yang berarti minder. Contoh 2 (dua) hewan yang pertama ayam yang bertelur dia akan bertengger setelah bertelur dia akan berkotek ..beda dengan penyu dimana dia akan pergi kepantai .mengorek lobang dan hasilnya banyak dan dia menutup lobangnya dan kembali kelaut tanpa suara tanpa kata ..dan kedua type ini ada dalam diri manusia .yang selalu bercerita tentang dia tapi dilain pihak berkerja banyak tapi dia ga pernah pamer ttg apa yg telah dikerjakannya . Seperti rasul paulus yang melayani jemaat tesalonika dia melayani tanpa membebani jemaat tetapi paulus murni melakukan pemberitaan injil ALLAH, bahkan atas dasar kasihnya ia memedulikan jemaat tersebut. Saya punya simpatisan seorang ibu dia memang terlibat dalam perjuangan dan juga terlibat dalam peristiwa 1998 dengan memberikan logisitk dan dia tidak mengurus veteran ibu. Dan pendeta yakin perintah akan mengabulkan tapi dia menolak karena sudah banyak pahlawan. Orang farisi dan ahli taurat akan bertindak untuk pamer dan dilihat orang bukan demi iman dan kesadaran hidupnya .. Tapi bagi YESUS hal ini bukanlah cara terbaik karena yang dilihat dan dilakukan berbeda. Karena mereka banyak bicara tetapi tidak berbuat. Kerendahan hati adalah bagaimana kita meletakan hati dalam perbuatan dan yg kedua bagaiaman kita berlaku bagi mereka yang berseberangan dengan anda, apakah kita sanggup berbicara yang baik tentang dia dan menilai objective tentang dia. YESUS menilai orang farisi dgn baik dan objek dengan mengatakan di ayat 3 " turuti apa yang diajarkannya tetapi jangan turuti perbuatannya " ini penilaian yang adil. Sebab DIA tahu sebaik baiknya manusia pasti dia punya kekurangan dan kelebihan .. Didalam kehidupan berkeluarga dan berjemaat maka teladan YESUS ini perlu ditiru.. Seperti cerita seorang khadafi yg otoroter tapi dia juga mempunyai sisi positipnya, seperti dia berjuang sampai mati .. Dimana dia tetap berprinsip dan tidak mudah dibeli walaupun pendeta tidak menyukai khadapi tetapi pendeta kagum dengan sikapnya.. Begitu juga seorang anak yg tidak bisa matematika dan selalu melihat kekurangan saja tetapi tidak melihat secara adil.. Tetapi harusnya kita bersynergi.. Seperti lari dikejar anjing maka seluruh potensi dikeluarkan .. Begitu juga berkeluarga dimana kita saling melengkapi ..guna mencapai yang lebih baik .krn gabungan potensi dua pihak akan menghasilkan hasil yang luar biasa. Kita melayani karena banyak hal telah dibuat TUHAN untuk kita .. Maka kita perlu bersyukur atas hal tersebut maka kita akan melihat keluarga yang lebih besar .. Diatas keluarga inti. Seperti keluarga cibunut yg memangil anda untuk melayani dan dilayani.. Seperti dalam 1 tes 12 yang tidak putus-putusnya melayani. Pelayanan kita dan saudara selalu ditunggu..kira-NYA TUHAN memberkati saudara . AMIN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar