Total Tayangan Laman

Rabu, 07 September 2011

SALING MENGASIHI

1. Berdoa…….

2. Syalom,

3. Pendahuluan / Perkenalan,

4. Baca Firman Tuhan yang terambil dari

YOHANES 13 : 34

Thema dari firman TUHAN ini adalah :

SALING MENGASIHI

5. Saya ingin mengajak Bapak , Ibu dan saudara-saudara sekalain untuk memperhatikan Firman TUHAN dari Yoh 13: 34b yang berbunyi : “ Sama seperti AKU telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus mengasihi”. Dengan kata lain YESUS KRISTUS ingin mengatakan : “ Karena AKU sedemikian mengasihi Kamu, maka kamu juga harus mengasihi saudaramu, dengan kasih yang sama seperti kasih yang sudah KUberikan kepadamu .

6. Mengapa TUHAN YESUS berfirman demikian ? hal ini disebabkan : karena kita sudah lebih dahulu dikasihi TUHAN kita YESUS KRISTUS, sehingga kita dianjurkan untuk meneruskan dan menularkan kasih itu kepada semua orang. Kasih bagaimanakah yang dikehendaki TUHAN yaitu kasih yang murah hati, sabar, Tidak Cemburu, tidak megahkan diri, dan tidak sombong.

7. Ajaran hidup dalam kasih ini sebenarnya bukan hanya ada dalam agama Kristen saja jika kita perhatikan dengan teliti, agama apapun dinegara kita mengajarkan dan menganjurkan ummatnya untuk hidup saling kasih mengasihi. Jika demikian apa perbedaan kasih Kristiani dengan kasih menurut ajaran agama lain? Yang menjadi perbedaannya adalah : DASAR dan MOTIF KASIH, didalam kita memberlakukan kasih tersebut kepada sesama manusia.

Didunia ini atau ditengah masyarakat dimana kita tinggal, kita sering melihat seseorang mengasihi saudaranya karena alasan-alasan tertentu misalnya :
a. Seorang mengasihi saudaranya karena ia berasal dari satu bapak, satu ibu atau dari satu keturunan,
b. Seorang mengasihi orang lain karena adanya kesamaan kedudukan atau status social ekonomi,
c. Seorang mengasihi orang lain karena berasal dari satu suku, satu agama, satu ras, satu aliran dan golongan dan lain-lain

Kalau kita bersikap jujur, betapa banyak diantara kita yang sengaja atau tidak sengaja melakukan perbuatan kasih, dikarenakan hal-hal tersebut.

8. Dalam hal kasih yang diajarkan oleh YESUS KRISTUS tidak terdapat motif-motif seperti itu. Karena itu kita perlu mengoreksi diri kita masing-masing, serta melihat dengan jujur apakah kasih yang sudah kita lakukan selama ini sudah benar, seperti yang diajarkan TUHAN kita YESUS KRISTUS ?.

9. YESUS KRISTUS telah berfirman kepada murid-muridNYA dan kepada kita semua yang berbunyi = “ Sama seperti AKU sudah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus mengasihi saudaramu”.

Kasih yang bagaimanakah yang dikehendaki oleh YESUS KRISTUS kepada kita , jawabannya adalah : “Kasih yang tanpa pamrih, kasih yang sejati, kasih yang tidak memandang sesuatu “

10. ALLAH mengasihi kita tanpa alasan-alasan tertentu, yaitu bukan karena kebaikan hati kita, bukan karena amal soleh kita, bukan karena ibadah-ibadah kita dan bukan pula karena persembahan-persembahan kita yang banyak. ALLAH memberikan kasihNYA kepada kita jauh sebelum kita melakukan semua itu kepadaNYA.

11. Keberadaan kita yang penuh dosa ini, tidak mempengaruhi besar kecilnya kasih ALLAH, juga tidak menjadikan luntur atau berkurangnya kasihNYA. ALLAH tetap mengasihi kita dengan kasih yang sama seperti saat DIA pertama kali mengasihi kita .

12. Dalam perjanjian lama, ALLAH memilih dan mengasihi bangsa Israel bukan karena bangsa ini lebih baik dari bangsa-bangsa lain, juga bukan karena ibadah serta persembahan mereka. ALLAH memilih bangsa Israel karena memang ALLAH mau mengasihi mereka, apapun keberadaan mereka. Walaupun mereka mengecewakan ALLAH dan menyakiti hati ALLAH yaitu dengan menyeleweng dari ALLAH secara rohani, namun ALLAH tatap setia kepada mereka. Kasih ALLH terhadap bangsa Israel tidak berkurang sedikitpun .

13. Baca firman TUHAN dari Yoh 3 : 16

14. Puncak kasih ALLAH kepada manusia telah dinyatakan melalui kedatangan YESUS KRISTUS kedunia ini, untuk menebus dosa manusia melalui jalan penyaliban.

Dengan penebusan yang dilakukan oleh YESUS KRISTUS diatas kayu salib, kita semua telah memperoleh keselamatan dan hidup yang kekal. Dan kita yang percaya kepada karya penebusan diatas kayu salib ini, telah diikat dalam kasih persekutuan dengan ALLAH melalui YESUS KRISTUS.

15. Sejak kita di Baptiskan dan mengaku percaya, disitu kita sudah mengikat perjanjian kasih dengan YESUS KRISTUS.
DIA berjanji akan tetap mengasihi kita sampai akhir zaman, bahkan DIA akan mengasihi kita dengan segenap keberadaan kita. Ikatan kasih ALLAH dengan manusia digambarkan seperti kasih suami dengan istri begitu dalam, begitu tinggi, begitu lebar dan begitu pribadi.

16. Kita baru mengerti arti kasih yang sejati, jika memandang pengorbanan YESUS KRISTUS di kayu salib. Didalam kasih yang sejati harus ada pengorbanan . Seseorang tidak akan dapat mengasihi saudaranya dalam arti yang sesungguhnya, jika ia belum mau berkorban untuk orang yang dikasihinya. Jadi kasih menurut iman kristiani adalah harus ada pengorbanan, kasih menurut iman kristiani adalah salib dan penyangkalan diri.

17. YESUS KRISTUS telah memberi contoh terhadap semua ini, tidak hanya melalui perkataan , tetapi melalui perbuatan karena begitu besar kasih ALLAH akan dunia ini, maka ada pengorbanan dikayu salib, supaya semua manusia tidak akan tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal. Semua ini dilakukan TUHAN kepada kita tanpa pamrih dan diberikan kepada kita hanya karena kasih karunia dan secar Cuma-Cuma (GRATIA). Oleh karena itu, maka kitta juga memberikan dan meneruskan kasih KRISTUS ini kepada saudara-saudara kita, secara Cuma-Cuma pula

18. Prinsip hidup orang Kristen adalah :
A. Kita mengasihi karena kita sudah lebih dahulu dikasihi,
B. Kita memberi karena kita sudah dahulu diberi,
C. Kita mengampuni karena kita sudah lebih dahulu diampuni,
D. Kita member berkat karena kita sudah lebih dahulu diberikan berkat,

Kesemuannya itu kita lakukan secara Cuma-Cuma tanpa pamrih

19. Oleh karena itu saudara-saudaraku yang dikasih TUHAN kita YESUS KRISTUS :
A. Tetaplah mengasihi walaupun orang yang kita kasihi tidak membalas dengan dengan perbuatan yang sama,
B. Tetaplah mengasihi walaupun mereka yang kita kasihi mengecewakan kita,
C. Tetaplah mengasihi walaupun mereka yang kita kasihi bukan dari golongan atau kelompok kita,
D. Tetaplah mengasihi walaupun mereka tidak seiman dengan kita,

20. Akhir dari renungan saya pada hari ini, saya sampaikan kepada saudara-saudara yang kekasih, sebuah firman TUHAN yang terambil dari Lukas 10 : 27b =
:” Kasihilah, TUHAN ALLAHmu dengan segenap hatimu dan segenap jiwamumu dan dengan segenap kekuatanmu dan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”

21. Amin

22. Berdoa…………

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar